Tanggamus, faktainfokom.com
Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kehadiran mahasiswa Malahayati di tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata memberikan arti dan warna tersendiri bagi masyarakat. Belum lama ramai di media sosial Tiktok unggahan berisi momen haru perpisahan tim KKN Malahayati dengan warga kejadian tak lama diikuti unggahan lain yang menunjukkan momen serupa yang terjadi di wilayah lain.
Dalam sebuah yang diunggah di akun tiktok yang merupakan salah satu mahasiswa KKN di Desa kejadian KC Wonosobo kab Tanggamus Lampung. memperlihatkan kepulangan mahasiswa KKN yang dilepas beramai-ramai oleh warga di rumah kepala desa / pekon kejadian pada tanggal 30 Agustus 2025 . Warga nampak setia menunggu jemputan dari dosen nya.
Mereka terlihat melambai-lambaikan tangan sembari menahan haru, mengucap salam perpisahan untuk kesekian kalinya seolah tak rela melepas kepulangan para mahasiswa yang telah tiga puluh hari mengabdi dan menyatu dengan mereka. Di bawah teriknya matahari siang kala itu, warga terus menunggu hingga detik-detik akhir mobil lepas landas dan hilang dari pandangan mata. Keberadaan para mahasiswa KKN malahayati sepertinya begitu membekas dan memberi arti yang cukup dalam di lubuk hati warga. Dalam kegiatan perpisahan antara mahasiswa dengan warga sebelumnya pun dipenuhi dengan haru dan derai air mata.
“kami diantar warga dari desa dan mereka menunggu, menyanyikan nyanyian perpisahan di depan rumah kepala desa, bahkan tanpa kami sangka warga tetap menunggu tidak langsung pulang hingga yang kami tumpangi hilang dari pandangan mata,” Mahasiswa Unit KKN Malahayati Desa kejadian .
mengungkapkan momen perpisahan yang mengharu biru tersebut tak lepas dari kedekatan mahasiswa KKN malahayati dan warga Desa kejadian . Ada 20 mahasiswa yang diterjunkan di desa itu. Selama mengabdi disana para mahasiswa begitu dekat dengan warga karena sejak awal tinggal menganut konsep Mama Papa Piara sehingga tingkat kedekatan dengan masyarakat sangat tinggi.
Di kedua desa tersebut mahasiswa KKN malahayati menjalankan program dengan tema besar Pemberdayaan Sektor Pariwisata dan Pengembangan Produk Lokal Berbasis Pembangunan Adapun program kerja yang dijalankan banyak berfokus pada pengembangan potensi pariwisata dan pengembangan produk lokal anttara lain digitalisasi tempat pengadaan profil desa, pembuatan peta desa & peta Kabupaten, pembinaan masyarakat siap pariwisata, pembuatan lat atau anggur laut menjadi saus dan enbal (sejenis umbi, mirip singkong) yang dikreasikan menjadi brownies.
“Di luar program-program yang dijalankan, kami juga banyak menghabiskan waktu dengan masyarakat setempat dengan turut ikut dalam aktivitas-aktivitas setempat. Misalnya, ikut bermain bola, atau sekedar duduk dan menghabiskan waktu untuk bersenda gurau dengan masyarakat,” jelasnya
memaparkan Desa dan masih memiliki tradisi, adat, serta budaya yang cukup kental. Kendati begitu, masyarakat mau mengadopsi gaya hidup moderen. Warga masyarakat di daerah tersebut sebagian besar berprofesi sebagai pakebun, petani, sawah, serta tukang bangunan. Secara umum, fasilitas dari desa ke desa melalui jalur darat sudah lumayan memadai.
“Walau berada jauh dari keluarga saat KKN, tetapi hal-hal yang kami alami dan dapatkan di Kei Kecil sangat luar biasa dan kami bawa sebagai pengalaman-pengalaman baru ketika pulang,”ucapnya.
Sementara menyampaikan bahwa Malahayati secara rutin menerjunkan mahasiswanya dalam program KKN ke berbagai wilayah di Wonosobo. mahasiswa KKN yang dikirimkan untuk mengabdi di desa masing masing. Mereka melakukan pengabdian selama 30 hari sejak 1Agustus hingga 30 gustus 2025 sekarang.
Selain itu dengan KKN ditujukan untuk lebih mendekatan mahasiswa dengan masyarakat dan mengenal berbagai persoalan didalamnya. Lalu, mahasiswa didorong untuk dapat membantu mengatasi persoalan yang ada dengan memaksimalkan beragam potensi daerah.
Kami mengatakan bahwa kehadiran KKN diapresiasi positif oleh masyarakat. Program-program kerja yang diimpelemntasikan mahasiswa KKN dinilai memberikan manfaat yang besar bagi warga. Keberadaan mahasiswa yang dapat berbaur serta menunjukkan perilaku dan memberikan contoh yang baik selama melakukan pengabdian juga menambah kedekatan dengan warga.
“Masyarakat itu merasa kagum, anak-anak dari desa mau mendatangi wilayah terpencil dan memberi manfaat yang luar biasa,”
Jadi, tidak mengherankan jika ada banyak cerita haru di balik kepulangan mahasiswa ke kampus. Kemi menceritakan kisah haru lainnya yang berasal dari mahasiswa KKN di desa sebelah . Warga mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak menangis haru melepas mahasiswa KKN. Mereka berduyun-duyun menghantarkan perjalanan pulang mahasiswa hingga ke dalam mobil.
“sejak ada adik-adik KKN jadi kegiatan yang ti tinggal kan nya., mereka memberikan ide-ide segar yang sebelumnya tidak terbersit di pemikiran warga dan ide itu dikomunikasikan ke warga,”penulis,sahroni.