MERANTI, faktainfokom.com
Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, memberikan tanggapan atas pemberitaan sebelumnya terkait perseteruan antara mahasiswa S-2 Universitas Lancang Kuning (Unilak), Apen Taruna, dengan PT National Sago Prima (PT NSP).
Dalam pernyataannya, Selasa (24/2/2026), Afrizal berharap manajemen PT NSP dapat bersikap terbuka terhadap kehadiran mahasiswa maupun pihak lain yang melakukan penelitian di lingkungan perusahaan.
“Kami berharap PT NSP terbuka menerima kehadiran mahasiswa ataupun pihak manapun yang melakukan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, apabila terdapat kekhawatiran terkait aspek pengelolaan limbah atau hal lain dalam operasional perusahaan, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup diri dari kegiatan penelitian.
“Kalau ada kebimbangan terkait sisi kelemahan dalam pengelolaan limbah dan sebagainya, jangan ditutupi atau melarang dilakukan penelitian. Barangkali hasil penelitiannya bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang ada,” katanya.
Ia juga menyinggung dugaan penghapusan data penelitian yang telah dikumpulkan. Afrizal menilai tindakan tersebut kurang tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Tindakan sampai menghapus data penelitian yang sudah didapat, saya rasa sebagai tindakan yang kurang pantas. Bahkan tindakan ini bisa memunculkan dugaan negatif publik terhadap kegiatan perusahaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Afrizal turut mengingatkan para peneliti, baik mahasiswa maupun pihak lain, agar tetap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku di lokasi penelitian.
“Kepada pihak yang melakukan penelitian, baik mahasiswa ataupun para peneliti, ikuti prosedur yang ada di tempat melakukan penelitian,” ujarnya.
Ia berharap persoalan yang saat ini mencuat tidak semakin meluas, apalagi berkembang menjadi polemik opini di media. Menurutnya, konflik terbuka justru berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.
“Ke depan, kami berharap kedua belah pihak yang berselisih paham saat ini melakukan hubungan yang lebih baik lagi. Masalah ini jangan diperbesar, apalagi sampai perang opini di media. Tidak ada gunanya, hanya memberi ruang kepada oknum tertentu untuk menjadi provokator dan penengah siluman,” katanya.
Sebagai tokoh adat, Afrizal juga mengingatkan pentingnya menjunjung nilai budaya dan tata krama dalam menerima tamu, termasuk mahasiswa dan peneliti.
“Manajemen PT NSP, harap terima mahasiswa dan pihak manapun yang melakukan penelitian. Sambut kehadiran mereka dengan baik. Pahami tata adat dan budaya di sini, terima tamu dengan cara bermartabat dan penuh rasa hormat,” pungkasnya. (Miswan)







