Diduga Suami Dan Istri Markup Dana Kelompok Bakau Lestari

Tanggamus, faktainfokom.com

Di duga direktur Yayasan Yasadana, inisial T dan ketua kelompok Bakau lestari, Sutrimo pekon desa Karang anyar kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus, bekerja sama melakukan markup harga barang belanjaan dana hibah dari Yayasan Yasa Dana senilai sembilan puluh juta rupiah Rp 90.000.000,-

Terungkapnya dugaan markup tersebut akibat barang yang di belanjakan adalah barang bekas atau barang secound (bekas pakai orang lain) dan tidak sesuai spek awal kesepakatan dengan anggota.

Menurut keterangan narasumber anggota kelompok Bakau lestari, berinisial M, inisial R , inisial J, dan insial A hampir sama saat di mintai keterangan, tim jurnalis di lapangan.

M dan R memaparkan kalau kelompoknya yang di sebut Bakau lestari mangro ini tidak transparan dalam pengelolaan bantuan dana hibah tersebut, karena jujur bang kelompok Bakau lestari ini ada sepuluh anggota, delapan laki laki dan dua perempuan, yang di ketuai Sutrimo sendiri tanpa ada sekrataris dan bendahara .

Dalam pembelanjaan pun itu di kelola oleh Sutrimo dan istrinya, Darsuli, dan istrinya pun anggota juga tapi masa ia hanya mereka berdua suami istri yang atur semuanya tanpa melibatkan kawan anggota.

Tapi kami yakin ada dugaan ada yang mengaturnya di balik layar, tidak menutup kemungkinan itu orang dari Yasadana itu sendiri yang sering turun kesini pada waktu itu kami berkumpul di rumahnya Aceng karena menurut Trimo orang itu direktur dari Yasa dana mau datang dan pada waktu itu yang datang dari Yasa dana itu, pak Tanto namanya.

Dalam pemikiran kami anggota kami menduga kalau pak Tanto itu ikut andil mengandalikan dana hibah tersebut, jadi mereka bertigalah yang ngatur semua pembelanjaan dari perahu dua unit yang harganya hanya tujuh setengah juta rupiah perunit jadi kalau dua unit totalnya lima belas jutaan, namun laporan mereka secara lisan perahu bekas orang tersebut kepada anggota harga persatu unitnya dua puluh lima juta perunitnya jadi nominalnya perahu itu aja mencapai lima puluh jutaan bang, dan jaringnya pun jaring bekas pakai juga menurut keterangan mereka juga harganya lima belas jutaan dan dua unit mesin merk Hyundai, dikatakan mereka persatu unit mesin tersebut tujuh setengah juta jadi kalau dua unit nominalnya sampai lima belas jutaan bang, padahal mesin itu merk Hyundai dan PK nya pun hanya enam setengah PK dan kami pun anggota tau kalau hanya mesin merk Hyundai itu harganya hanya empat juta delapan ratus ribu rupiah itupun sudah komplit dan siap pakai.

Namun kami sayangkan perahu dua unit itu perahu bekas, dibeli dari keruy pesisir barat dan jaringnya pun jaring bekas dan sudah tidak layak di pakai karena kondisinya sudah rusak lumayan parah, tapi kalau mesinnya yang dua itu kami melihatnya langsung itu baru posisinya masih di kardus bang.

Dan terus terang bang ungkap inisial R sebenarnya kami ini tidak pernah membentuk kelompok sebelumnya dan ini bisa dikatakan kelompok ini di bentuk secara dadakan dan tidak di ketahui oleh pemerintah pekon Karang anyar.

Di tempat terpisah kakon karang anyar, Endar frihandoko, buka suara terkait kelompok Bakau lestari, kakon menyebut kelompok Bakau lestari itu adalah kelompok elegal karena mereka membentuknya tanpa memberitahu pemerintah pekon setempat dan itu harus di usut apalagi berkaitan dengan adanya bantuan dana hibah dari Yasadana sudah barang tentu itu saya pastikan pengujuannya pakai proposal seharusnya membuat proposal itu menurut aturan secara prosedur, harus di tanda tangani kepala pekon atau lurahnya dan cap stempel pekon Karangan anyar dan juga harus di tanda tangani camat Wonosobo atau yang mewakilinya.

Saya berharap pembuatan proposal mereka itu benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku, tapi jangan sampai di proposal itu ada pemalsuan tanda tangan saya selaku kakon di Karang anyar ini dan memalsukan cap stempel pekon juga, mereka harus mempertanggung jawabkannya dan sampai itu terjadi ada pemalsuan mereka akan berurusan dengan hukum, akan saya laporkan ke pihak yang berwajib, lihat saja nanti apabila terbukti ada pemalsuan dan saya tidak main main, tegas kakon , Endar. (tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *