MERANTI, faktainfokom.com
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar silaturahmi bersama insan pers Kabupaten Kepulauan Meranti di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak, Selatpanjang, Rabu malam (30/9/2026).
Kegiatan bertajuk Silaturahmi dan Berbagi Cerita Bersama Pewarta tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara LAMR dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga marwah adat dan budaya Melayu.
Silaturahmi itu dihadiri Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Ketua Umum MKA diwakili Sekretaris Umum MKA Datuk Jefri Iskandar, S.IP., hadir pula Datuk Misdar Efendi, Datuk M. Rozi, Datuk Indra Ali, Datuk Ucok Alex Kandar, Puan Nelli Murni, Puan Hj. Latifah Kudus, Puan Zulfina, Puan Misra, Puan Dila Nurhayu, serta pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti lainnya.
Sedangkan undangan dari kalangan media massa hadir sejumlah Ketua dan perwakilan organisasi kewartawanan di Kabupaten Kepulauan Meranti, di antaranya Ketua PWI Wira Saputra, Ketua ASWIN T Lailatul Sahanry, Ketua PWMOI Edi Saputra Hasibuan, Ketua PWRI Raja Alfian, Ketua IWO Rahmat Arifin dan perwakilan JMSI, serta sejumlah insan pers dan tokoh masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pengurus LAMR turut menyediakan berbagai hidangan makanan dan minuman bagi para undangan yang hadir, sehingga forum berlangsung lebih cair dengan nuansa kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., membuka ruang dialog bersama insan pers untuk mendengarkan berbagai pandangan, masukan dan saran terkait upaya memperkuat peran serta keberadaan LAMR di tengah masyarakat.
Afrizal mengatakan, pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, hubungan antara LAMR dan insan pers perlu dibangun atas dasar komunikasi, keterbukaan dan kemitraan.
Menurutnya, media tidak hanya berperan dalam mempublikasikan kegiatan LAMR, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, memberikan kritik serta mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ia berharap LAMR dan insan pers dapat bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Meranti dengan mengedepankan kebersamaan serta menghindari perpecahan.
“Yang kita harapkan adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Meranti. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Mari kita kedepankan kebersamaan dan satukan tujuan untuk daerah yang kita cintai ini,” ujar Afrizal.
Ajak Bersama Menjaga Marwah Melayu
Dalam forum tersebut, Afrizal juga mengajak seluruh insan pers dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah Melayu dan keberadaan LAMR sebagai bagian dari identitas serta nilai-nilai budaya masyarakat Melayu di Kepulauan Meranti.
Ia menilai pelestarian adat dan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus LAMR, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Kalau bukan kita yang menjaga marwah Melayu, siapa lagi? Mari satukan tujuan dan sama-sama kita menjaga marwah adat Melayu Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegasnya.
Menurut Afrizal, keberadaan adat Melayu harus terus diperkuat agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi muda.
Untuk itu, LAMR terus mendorong berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan adat serta pengenalan sejarah lokal kepada generasi muda.
LAMR Buka Ruang Kritik dan Masukan
Afrizal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah membantu mempublikasikan berbagai kegiatan LAMR.
Ia menilai kehadiran berbagai organisasi kewartawanan dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan kepedulian untuk turut berkontribusi dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan pers yang telah hadir. Kehadiran berbagai organisasi wartawan malam ini menunjukkan bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Ia menegaskan, LAMR terbuka terhadap kritik dan masukan dari insan pers.
Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan kepentingan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi LAMR untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan mengembangkan program ke depan.
“Jangan hanya menyampaikan yang baik-baik saja. Kalau ada yang kurang, silakan sampaikan. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita diskusikan bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia: Pers Mitra Strategis LAMR
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Datuk Susanto Sudarmo, S.E., mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara LAMR dengan insan pers.
Ia menyebut media dan wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai aktivitas, pemikiran dan program LAMR kepada masyarakat.
“Hubungan antara LAMR dan insan pers tidak hanya sebatas hubungan pemberitaan, tetapi kami harapkan menjadi hubungan kemitraan yang sehat, kritis dan konstruktif,” kata Susanto.
Menurutnya, LAMR membutuhkan pers sebagai mitra komunikasi dengan masyarakat. Sebaliknya, insan pers juga membutuhkan akses informasi yang terbuka agar pemberitaan yang disampaikan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia berharap komunikasi antara LAMR dan wartawan terus diperkuat sehingga setiap persoalan dapat diklarifikasi dan dibicarakan secara terbuka.
Paparkan Program dan Agenda Kebudayaan
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti juga memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan.
Datuk Seri Afrizal Cik menyebut sejak Januari 2026 LAMR telah melaksanakan sedikitnya 19 kegiatan, termasuk sosialisasi budaya di sekolah, kerja sama dengan kepolisian serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya Melayu.
Ke depan, LAMR juga menyiapkan sejumlah rencana agenda, antara lain seminar sejarah pada 5 Oktober 2026, kegiatan Menapak Jejak Warisan Sejarah pada 17 Oktober, Melantun Seribu Pantun pada 10 November, pemberian anugerah adat dan tari budaya pada 19 November, pembentukan kelompok seni anak pulau pada 25 November serta peluncuran literasi pantun pada 17 Desember 2026.

LAMR juga mendorong kajian terhadap sejumlah catatan sejarah lokal, termasuk keberadaan makam Tengku Bagus Sayid Thoha di Jalan Teuku Umar serta berbagai catatan mengenai perkembangan Islam dan sejarah awal wilayah Kepulauan Meranti.
Datuk Seri Afrizal Cik mengatakan pelurusan sejarah penting dilakukan agar generasi muda memperoleh informasi yang benar dan tidak mewarisi kekeliruan dalam memahami sejarah daerah.
“Sejarah harus kita tempatkan berdasarkan data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai informasi yang keliru terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Bangun Kebersamaan, Rawat Adat dan Budaya
Melalui kegiatan tersebut, LAMR berharap hubungan dengan insan pers semakin erat dan dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baik Ketua Umum DPH LAMR maupun Ketua Panitia kegiatan menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, terbuka dan saling menghargai.
Bagi LAMR, keberadaan pers bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat yang dapat ikut memperkuat kepedulian terhadap adat, budaya, sejarah dan pembangunan daerah.
Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi, mengevaluasi program dan menyatukan langkah dalam menjaga marwah Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Mari kita satukan tujuan. Kita jaga kebersamaan, kita rawat adat dan budaya, serta bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Meranti,” tutup Datuk Seri Afrizal Cik. (miswan)







