DPRD Kota Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., Memberikan Kiat Penunjang Paket Wisata Kota Bandung

Bandung, faktainfokokm.com

Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., mengatakan, hingga tahun 2025 pariwisata Kota Bandung masih terus mencari bentuk terbaik dalam pengembangannya. Namun, ia melihat hal ini bukan merupakan bentuk kelemahan.

“Ini adalah fase konsolidasi menuju kematangan ekosistem wisata kota. Terpenting, dirindukan, dan Bandung tidak kehilangan karakternya: Kota Kreatif, Kota Budaya, Kota Sejarah, Kota Alam, dan kota yang selalu dirindukan,” tutur pria yang biasa disapa Kang Asmul itu, pada Lokakarya Paket Wisata Kota Bandung gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, di Hotel Novotel, Bandung, Jumat, 28 November 2025.

Melalui lokakarya ini, kata dia, arah pariwisata Kota Bandung mulai disusun dengan lebih terstruktur: membagi wilayah pariwisata dan mengemas paket wisata unggulan yang sudah tumbuh di tengah masyarakat maupun industri.

Jika wilayah sudah dipetakan dan paket sudah dikurasi, maka pekerjaan berikutnya adalah: bagaimana memastikan wisatawan mudah menemukan, mengakses, memesan, dan menikmati paket tersebut dengan satu sentuhan.

“Di era hari ini, paket wisata yang unggul harus ditemani oleh akses yang simpel. Orang tidak lagi mencari destinasi lewat brosur. Mereka mencarinya lewat layar, melalui aplikasi digital,” katanya.

Oleh karena itu, Kang Asmul menjelaskan, untuk setiap paket wisata di Bandung dibutuhkan, kemudahan akses berbasis aplikasi, integrasi rute antar wilayah wisata, konektivitas informasi hotel, kuliner, transportasi, pengalaman lokal, dan UMKM, sistem pemesanan yang cepat, akurat, dan aman, tiket, serta yang paling penting, pengalaman digital yang menggoda wisatawan untuk datang, bukan hanya melihat dari jauh.

“Aplikasi ini akan menjadi front-door pariwisata Bandung kalau pintu depannya menarikan mudah, maka orang akan masuk, memesan, dan menikmati. Saya ingin menegaskan, digitalisasi teknologi. Digitalisasi hanya soal informasi yang tembus pasar, soal produk wisata yang mudah dibeli, dan soal brand Bandung yang makin kuat di mata global,” ujarnya.

Selain itu, Kang Asmul juga mendorong agar paket wisata ini dikembangkan dengan basis kolaborasi mulai dari kolaborasi antarkawasan wisata, karena wisatawan datang bukan hanya ingin satu titik, mereka ingin satu paket perjalanan. Lalu kolaborasi dengan pelaku ekonomi lokal, UMKM, dan komunitas budaya, agar wisata tidak hanya indah dinikmati, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan warga. Selanjutnya, kolaborasi data dan digital platform, supaya paket wisata Bandung bisa masuk ke sistem aplikasi kota, provinsi, bahkan nasional, dan internasional.

“Kami DPRD Kota Bandung siap mendukung melalui penguatan kebijakan dan regulasi yang mempermudah pariwisata, dukungan anggaran untuk akselerasi digital tourism app, pengembangan paket tematik, dan promosi berbasis data,  serta fungsi pengawasan agar pariwisata tumbuh bukan hanya ramah investor, tetapi juga memuliakan warga lokal,” katanya.

Kang Asmul pun berpesan kepada seluruh peserta yang merupakan para pelaku jasa pariwisata dan agen perjalanan agar memberikan paket wisata dengan karakter Bandung bentuk yang kuat. Berikan pula narasi paket wisata yang menarik, akses aplikasi yang mudah, dan masa depannya kolaborasi yang berkelanjutan.

“Bandung bukan hanya jadi tujuan, tetapi jadi pengalaman. Bukan hanya dikunjungi, tetapi dirindukan. Bukan hanya dilihat, tapi dipesan lewat aplikasi dari mana saja di. dunia. Terima kasih, semoga workshop ini menjadi langkah penting konsolidasi paket wisata dan akses digital parivwisata Kota Bandung di tahun 2026,” tutur Kang Asmul. (kamal,net)

sumber : humas DPRD Kota Bandung

Pos terkait