Pendiri dan Ketua Sastra Belantara Apresiasi Pelantikan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Kuningan, faktainfokom.com

Sastra Belantara menyampaikan apresiasi atas pelantikan Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Pendiri Sastra Belantara Rokhim Wahyono bersama Ketua Sastra Belantara Fauzan Jibar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem pertahanan nasional yang berperspektif luas.

Rokhim Wahyono menilai penunjukan Noe Letto mencerminkan kepercayaan negara kepada sosok yang memiliki kapasitas intelektual, integritas personal, serta konsistensi dalam merawat nilai kebangsaan dan kebudayaan. Menurutnya, kehadiran figur berlatar belakang seni dan pemikiran kritis di lingkar strategis negara merupakan langkah progresif dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

“Pertahanan nasional hari ini tidak hanya dihadapkan pada ancaman fisik, tetapi juga tantangan ideologis, kultural, dan identitas kebangsaan. Karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan lintas disiplin,” ujar Rokhim, Minggu (18/1/2026).

Sementara itu, Ketua Sastra Belantara Fauzan Jibar menegaskan bahwa amanah sebagai Tenaga Ahli DPN memiliki dimensi strategis yang melampaui urusan keamanan konvensional. Ia menilai pelibatan tokoh publik dengan latar belakang budaya dan intelektual merupakan refleksi dari kebutuhan pertahanan modern yang adaptif dan multidimensi.

Menurut Fauzan, ketahanan bangsa harus dibangun tidak hanya melalui kekuatan institusional negara, tetapi juga melalui penguatan nilai, kesadaran kolektif, dan daya tahan budaya masyarakat.

Melalui momentum ini, Sastra Belantara berharap Noe Letto dapat memberikan kontribusi strategis dalam perumusan kebijakan pertahanan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan jangka panjang bangsa dan negara.

Sastra Belantara menyatakan komitmennya untuk terus mendukung setiap upaya penguatan ketahanan nasional yang berpijak pada nilai kebudayaan, intelektualitas, dan semangat kebangsaan.

| anhad |

Pos terkait