Pengawasan Dipertanyakan, Potensi Konflik Kepentingan Mencuat, Publik Desak Bongkar Total
Kuningan, faktainfokom.com
Di satu sisi kabel dirapikan. Di sisi lain, dugaan praktik bisnis internet “abu-abu” justru mencuat ke permukaan. Penertiban yang terlihat rapi di lapangan kini memantik pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi di balik jaringan kabel yang selama ini semrawut?
KABEL RAPI, MASALAH BELUM SELESAI
Penataan kabel di berbagai titik wilayah mendapat apresiasi. Namun temuan di lapangan menunjukkan jumlah kabel yang terpasang di tiang milik:
PLN
Telkom Indonesia
tidak sebanding dengan operator resmi yang terdaftar.
Indikasi pun mengarah pada: praktik “menumpang jaringan” operator tanpa izin lengkap
aktivitas usaha di luar pengawasan ketat
ALIRAN MILIARAN: SIAPA MENIKMATI?
Estimasi konservatif menunjukkan:
Perputaran bisnis ISP lokal: ± Rp9,6 miliar/tahun
Potensi PAD: hingga Rp2 miliar/tahun
Namun tanpa pengawasan maksimal:
potensi tersebut diduga bocor dan tidak masuk optimal ke kas daerah
Pertanyaan publik makin tajam:
uang sebesar itu sebenarnya mengalir ke mana?
ISU PANAS: KONFLIK KEPENTINGAN?
Sorotan menguat setelah muncul informasi adanya pejabat di sektor infrastruktur yang memiliki hubungan keluarga dengan pelaku usaha jaringan internet.
Kabid Hankam MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, Herman Kuncir, angkat bicara:
“Kalau benar ada keterkaitan, ini berpotensi konflik kepentingan. Bahkan bisa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan, termasuk penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan bisnis keluarga,” tegasnya.
DUA PILIHAN: BONGKAR ATAU BIARKAN
Situasi ini kini menjadi ujian terbuka:
Apakah pemerintah daerah akan:
membongkar seluruh jaringan dan aktor di baliknya?
melakukan audit menyeluruh?
atau justru:
berhenti pada penertiban fisik?
PENUTUP: SKANDAL ATAU SEKADAR ISU?
Kabel mungkin sudah mulai rapi.
Namun jika dugaan ini benar, maka yang dihadapi bukan sekadar persoalan teknis.
Ini bisa menjadi skandal tata kelola bernilai miliaran rupiah.
Dan kini publik menunggu satu hal:
dibongkar… atau kembali ditutup rapat?
| anhad |







