Kabupaten Bandung, faktainfokom.com
Rumah Sakit Maranatha yang berlokasi di Jl. Taman Kopo 3 resmi memperkenalkan gedung barunya sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan inklusif bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, menyampaikan komitmen rumah sakit untuk melayani seluruh pasien tanpa diskriminasi, baik pasien umum, asuransi, maupun BPJS.
“Pembukaan gedung baru ini kami dedikasikan untuk semua lapisan masyarakat. Tidak ada perbedaan layanan antara pasien umum, asuransi, maupun BPJS. Semua berhak mendapatkan pelayanan terbaik.
Jika ada yang merasa dibeda-bedakan, silakan langsung melapor ke direksi,” tegas dr. Ferdinan.
Perubahan nama dari RS Unggul Karsa Medika menjadi RS Maranatha merupakan bagian dari transformasi strategis yang sejalan dengan identitas induk institusi, yaitu Universitas Maranatha. Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Maranatha memiliki peran penting dalam mencetak tenaga medis berkualitas, baik dokter umum maupun dokter spesialis.
“Transformasi nama ini adalah bentuk komitmen kami sebagai rumah sakit pendidikan. Kami menjadi wahana bagi calon dokter untuk belajar dan berkembang, tentunya sesuai standar dan akreditasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Dengan hadirnya gedung baru, RS Maranatha kini meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 100 menjadi 250 bed. Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan keterbatasan ruang rawat yang sebelumnya sering terjadi, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
Selain itu, layanan poliklinik juga terus dikembangkan. Saat ini RS Maranatha memiliki 18 poli yang telah bertransformasi dari layanan dasar menjadi layanan spesialis dan subspesialis, termasuk layanan kebidanan dan kandungan. Hal ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi.
Dalam hal sumber daya manusia, RS Maranatha juga berkomitmen menghadirkan tenaga kesehatan berkualitas melalui proses seleksi berbasis kompetensi yang ketat, khususnya untuk tenaga keperawatan.

Tak hanya fokus pada layanan medis, RS Maranatha juga menghadirkan inovasi dalam pelayanan administrasi. Bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), rumah sakit ini memfasilitasi penerbitan dokumen kependudukan secara langsung.
“Bayi yang lahir di RS Maranatha bisa langsung mendapatkan Kartu Keluarga yang diperbarui sebelum pulang. Bahkan untuk kondisi tertentu seperti kematian, kami juga bantu proses penerbitan akta kematian. Ini bagian dari pelayanan menyeluruh kami,” tambahnya.
Untuk pasien BPJS maupun yang mengalami kendala administrasi, RS Maranatha menyediakan tim khusus yang siap membantu proses penyelesaian, dengan prioritas utama tetap pada keselamatan dan stabilisasi pasien.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Urusan administrasi bisa menyusul. Kami akan selalu berupaya mencarikan solusi terbaik bagi pasien,” ujar dr. Ferdinan.
Dalam menjalankan kepemimpinan, dr. Ferdinan Sutejo didampingi oleh dr. Hendra Soebroto, dr., Sp.PK, yang bersama-sama memastikan pelayanan rumah sakit berjalan optimal. Keduanya juga membuka ruang komunikasi langsung bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun masukan.
Dengan berbagai peningkatan fasilitas, layanan, dan komitmen yang kuat, RS Maranatha optimis menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Kabupaten Bandung serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
RS Maranatha Resmikan Gedung Baru, Perluas Layanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Lapisan Masyarakat.
Nurdiani







