Kuningan, faktainfokom.com
Dugaan jebolnya bangunan penyangga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Sakit Permata Kuningan mulai menjadi perbincangan setelah sejumlah keluarga pasien rawat inap mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah belakang rumah sakit.Minggu ( 12/7/2026.)
Menurut keterangan beberapa penunggu pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan, suara tersebut terdengar seperti ban mobil pecah. Rasa penasaran mendorong mereka mencari sumber suara hingga mengarah ke bagian belakang kompleks rumah sakit.
“Awalnya kami kira ban mobil meletus. Setelah dicari, suaranya seperti berasal dari belakang rumah sakit,” ujar salah seorang saksi.
Tidak lama kemudian, beredar pembicaraan di kalangan internal rumah sakit. Beberapa orang yang disebut sebagai karyawan, menurut pengakuan para saksi, membisikkan bahwa IPAL rumah sakit diduga mengalami kerusakan hingga menyebabkan air limbah keluar dari sistem pengolahan.
Informasi tersebut kemudian ditelusuri melalui investigasi lapangan selama sekitar dua pekan. Penelusuran dilakukan dari kawasan persawahan Kelurahan Cijoho Lingkungan Manis hingga gorong-gorong di sisi utara tembok pembatas rumah sakit.
Dari hasil pengamatan di lokasi, ditemukan adanya aliran air berwarna keruh yang mengalir melalui saluran drainase menuju sungai kecil di sebelah utara kawasan rumah sakit. Warga menduga aliran tersebut berasal dari dalam area Rumah Sakit Permata Kuningan.
Meski demikian, asal-usul air tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah karena belum ada hasil uji laboratorium maupun keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan instansi berwenang.
Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah teknis semata. Limbah cair fasilitas pelayanan kesehatan wajib diolah sesuai ketentuan sebelum dibuang ke lingkungan. Kebocoran atau kerusakan sistem IPAL berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap operasional IPAL rumah sakit, termasuk monitoring berkala dari manajemen rumah sakit maupun instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup dan kesehatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen Rumah Sakit Permata Kuningan mengenai informasi yang berkembang tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi agar pemberitaan berimbang.
KUNINGAN,
Minggu (12/7/2026) – Dugaan jebolnya bangunan penyangga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Sakit Permata Kuningan mulai menjadi perbincangan setelah sejumlah keluarga pasien rawat inap mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah belakang rumah sakit.
Menurut keterangan beberapa penunggu pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan, suara tersebut terdengar seperti ban mobil pecah. Rasa penasaran mendorong mereka mencari sumber suara hingga mengarah ke bagian belakang kompleks rumah sakit.
“Awalnya kami kira ban mobil meletus. Setelah dicari, suaranya seperti berasal dari belakang rumah sakit,” ujar salah seorang saksi.
Tidak lama kemudian, beredar pembicaraan di kalangan internal rumah sakit. Beberapa orang yang disebut sebagai karyawan, menurut pengakuan para saksi, membisikkan bahwa IPAL rumah sakit diduga mengalami kerusakan hingga menyebabkan air limbah keluar dari sistem pengolahan.
Informasi tersebut kemudian ditelusuri melalui investigasi lapangan selama sekitar dua pekan. Penelusuran dilakukan dari kawasan persawahan Cijoho Landeuh hingga gorong-gorong di sisi utara tembok pembatas rumah sakit.

Dari hasil pengamatan di lokasi, ditemukan adanya aliran air berwarna keruh yang mengalir melalui saluran drainase menuju sungai kecil di sebelah utara kawasan rumah sakit. Warga menduga aliran tersebut berasal dari dalam area Rumah Sakit Permata Kuningan.
Meski demikian, asal-usul air tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah karena belum ada hasil uji laboratorium maupun keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan instansi berwenang.
Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah teknis semata. Limbah cair fasilitas pelayanan kesehatan wajib diolah sesuai ketentuan sebelum dibuang ke lingkungan. Kebocoran atau kerusakan sistem IPAL berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap operasional IPAL rumah sakit, termasuk monitoring berkala dari manajemen rumah sakit maupun instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup dan kesehatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen Rumah Sakit Permata Kuningan mengenai informasi yang berkembang tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi agar pemberitaan berimbang.
red







