Meranti, faktainfokom.com
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Lomba Festival Senandung Melayu Tingkat Pelajar se-Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai LAMR Kepulauan Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang, Ahad (20/9/2026) ini diikuti puluhan pelajar dari tingkat SMA sederajat.
Kegiatan turut dihadiri Asisten III Atan Ibrahim Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.Hum., Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si, Ketua Umum Majlis Kerapatan Adat MKA LAMR Meranti Datok Asnawi Nazar, S..Pi,Ketua Pelaksana Datok Susanti Sudarmo, SE, Datok-datok dan puan-puan dari sembilan kecamatan se kabupaten Meranti dan para tamu undangan dan sporter masing-masing pendukung.
Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.Hum., mengatakan Festival Senandung Melayu di Kepulauan Meranti memiliki arti penting karena daerah tersebut memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni suara Melayu.
Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, Sos, M. Si, mengatakan festival ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Melayu di kalangan generasi muda.
“Senandung Melayu adalah warisan leluhur kita. Melalui festival tingkat pelajar ini, kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri agar tidak tergerus zaman,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik, saat membuka acara.
Ia menjelaskan, lomba dibagi dalam dua kategori, yakni Putra dan Putri Para peserta membawakan lagu-lagu Melayu klasik dengan penilaian meliputi vokal, penghayatan, penampilan, dan kesesuaian dengan pakem Melayu.
“Antusiasme pelajar sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa anak-anak Meranti masih memiliki minat besar terhadap seni tradisi,” tambahnya.
Salah seorang peserta dari MAN 1 Tebing Tinggi, mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi. “Senang bisa tampil dan belajar lebih dalam tentang lagu Melayu. Semoga acara seperti ini rutin diadakan,” katanya.
LAMR berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan untuk memperkuat jati diri Melayu di Negeri Sagu ini.
Dalam sambutan nya mewakili Bupati Meranti atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Atan Ibrahim menyampaikan apresiasi yang seringi-tingginya pada LAMR Meranti atas terselenggaranya Festival Senandung Melayu ini dan saya ucapkan kna Terima kasih juga buat seluruh Ketua panitia beserta jajaran sehingga suksesnya acara ini.
Festival Senandung Melayu bukan sekedar pertunjukan seni tapi merupakan upaya kita menjaga marwah identitas dan warisan budaya Melayu agar tetap hidup berkembang dan diwarisi kepada penerus.
Atan Ibrahim mengapresiasi LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, panitia, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Festival Senandung Melayu bukan sekadar ajang pertunjukan seni suara, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga marwah, identitas dan warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Senandung Melayu bukan sekadar seni suara. Ia adalah warisan identitas, cerminan nilai kehidupan masyarakat Melayu. Karena itu, melestarikannya bukan hanya tugas para seniman dan lembaga adat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia mengatakan, di tengah perubahan zaman, generasi muda Kepulauan Meranti perlu tetap mengenal akar budayanya, bangga terhadap identitas Melayu dan mampu meneruskannya kepada generasi selanjutnya.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya daerah. Kita ingin budaya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup, tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Kepada para peserta, Atan berpesan agar festival tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan kemampuan terbaik, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu.
“Jika budaya kita jaga, jati diri akan tetap terpelihara. Jika warisan kita teruskan, Melayu akan tetap hidup sepanjang masa,” ujarnya. (miswan)







