Andri Hadiwiyono Apresiasi Semangat Swasembada Pangan, Ingatkan Pemkab Kuningan Benahi LP2B dan Transparansi Data

KUNINGAN, faktaInfokom.com

Bendahara Koalisi Kawali Indonesia Lestari , Andri Hadiwiyono, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan yang ditandai dengan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan program swasembada pangan nasional.

Menurut Andri, kegiatan seremonial tersebut merupakan sinyal positif bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen terhadap sektor pertanian. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat diukur hanya dari kegiatan simbolis, melainkan harus dibuktikan melalui kebijakan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

“Percepatan swasembada pangan tentu patut didukung oleh semua pihak. Akan tetapi, keberhasilannya harus ditopang dengan pelaksanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang benar dan konsisten, disertai penambahan lahan sawah baru sebagai pengganti lahan pertanian yang telah beralih fungsi,” ujar Andri.Senin ( 6/7/2026 )

Ia menilai hingga saat ini masih terdapat pertanyaan publik mengenai keberadaan lahan pengganti atas sawah yang hilang akibat alih fungsi. Menurutnya, pemerintah perlu membuka data secara transparan agar masyarakat mengetahui lokasi, luas, dan status lahan pengganti tersebut.

“Jangan sampai kita berbicara swasembada pangan, tetapi di sisi lain luas lahan sawah terus berkurang tanpa kejelasan penggantinya. Transparansi menjadi kunci agar masyarakat percaya bahwa perlindungan lahan pertanian benar-benar berjalan,” tegasnya.

Andri juga menyoroti klaim surplus beras yang kerap disampaikan. Menurutnya, klaim tersebut harus didukung data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ketika disebut terjadi surplus beras, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah surplus itu benar-benar berasal dari hasil panen petani Kabupaten Kuningan atau berasal dari pasokan daerah lain. Jangan sampai data yang disampaikan menimbulkan persepsi yang keliru mengenai kondisi riil ketahanan pangan daerah,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat perlindungan lahan pertanian, meningkatkan produktivitas petani, memperbaiki sistem irigasi, menjamin ketersediaan pupuk, serta menyajikan data pertanian yang terbuka dan dapat diuji publik.

“Swasembada pangan akan terwujud apabila kebijakan di lapangan berjalan konsisten. Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya seremoni tanam padi, tetapi bukti bahwa lahan pertanian terlindungi, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani benar-benar membaik,” pungkas Andri

red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *