Kuningan, faktainfokom.com
Salah Satu SMAN di Kuningan kembali diterpa persoalan serius. Kali ini bukan dugaan pelecehan seksual, melainkan dugaan kekerasan fisik terhadap siswi saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencinta Alam.
Korban diketahui berinisial NZ, siswi kelas X Salah Satu SMAN di Kuningan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi saat NZ mengikuti kegiatan Pencinta Alam yang dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025, di kawasan Bumi Perkemahan Lempong Balong, Palutungan, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan, selama lima hari.
Menurut keterangan korban, selama kegiatan berlangsung NZ mengaku mengalami kekerasan fisik hampir setiap hari, termasuk ditampar di wajah.
Bahkan di akhir kegiatan, korban yang sudah kelelahan diduga didorong hingga terjatuh dengan keras. Orang tua korban menyebutkan, sepulang dari kegiatan tersebut anaknya mengalami trauma berat serta lebam dan luka di tubuhnya.
Kejadian ini memicu reaksi para orang tua siswa. Melalui grup WhatsApp, mereka menilai tindakan tersebut tidak manusiawi dan kejam, serta diduga tidak hanya dialami oleh NZ, melainkan juga peserta lain. Salah satu orang tua siswa bahkan telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dengan dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Kuasa hukum keluarga korban, Rina Sulaeman Rahagi, membenarkan pihaknya telah ditunjuk mendampingi korban dan melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum. Rina mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.
Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI ) yang diketuai Manap Suharnap akan mengawal kasus ini hingga tuntas, sekaligus menyoroti sejumlah persoalan yang sebelumnya juga menimpa SMAN ini , mulai dari kasus perundungan hingga dugaan pelecehan yang telah masuk ranah hukum.
FORMASI menegaskan, kasus ini harus menjadi pelajaran serius bagi manajemen sekolah agar melakukan pembenahan menyeluruh demi keselamatan dan perlindungan peserta didik.jelas Manap
| red/anhad |







