Kuningan, faktainfokom.com
Meningkatnya penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kuningan patut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Kondisi ini merupakan alarm bahwa upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Ronny Rubiyanto, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) sebagai salah satu perangkat daerah yang memiliki peran dalam program pencegahan perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas program yang telah dijalankan.
“Jika angka kasus HIV/AIDS terus meningkat, maka wajar apabila masyarakat mempertanyakan sejauh mana efektivitas program pencegahan yang selama ini dilaksanakan, termasuk penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan edukasi, sosialisasi, maupun penyediaan alat kontrasepsi seperti kondom,” ujar Ronny.
Menurutnya, besarnya anggaran pencegahan seharusnya dapat diukur melalui capaian program yang nyata. Evaluasi perlu dilakukan berdasarkan data dan indikator kinerja sehingga dapat diketahui apakah strategi yang diterapkan sudah tepat sasaran atau memerlukan perbaikan.
Ronny juga menilai pimpinan DPPKBP3A perlu menunjukkan fokus dan komitmen penuh dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Pimpinan dinas harus memastikan seluruh energi dan perhatian tercurah pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberhasilan program-program yang menjadi tanggung jawabnya,” katanya.Rabu ( 5/8/2026)
Ia menambahkan bahwa apabila terdapat dugaan adanya potensi benturan kepentingan atau aktivitas lain yang dapat memengaruhi optimalnya pelaksanaan tugas kedinasan, maka hal tersebut sebaiknya dikaji sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, bukan berdasarkan asumsi semata.
Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan melalui sambungan WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun respons atas pertanyaan yang diajukan, sehingga belum diperoleh penjelasan atau klarifikasi dari pihak dinas.
“Yang paling penting saat ini adalah memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pencegahan HIV/AIDS agar penyebaran penyakit ini dapat ditekan secara efektif,” tutup Ronny.
red







