Bandung, faktainfokom.com
3 Agustus 2026 – Dr. dr. Hendra Subroto, Sp.PK. menuntaskan masa penugasannya sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama RS Maranatha setelah menjalankan mandat kepemimpinan selama tiga bulan. Dalam masa transisi tersebut, RS Maranatha berhasil melewati sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan dan pengembangan rumah sakit.
Dr. Hendra mengatakan, selama menjalankan tugas bersama Genie Augustine, S.T., RS Maranatha menghadapi berbagai momentum penting, mulai dari pelaksanaan rekredensial Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, persiapan Poli Care, persiapan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi, hingga persiapan akreditasi rumah sakit.
“Selama tiga bulan masa penugasan saya bersama Bapak Genie Augustine, S.T., RS Maranatha telah melewati berbagai momentum penting, di antaranya rekredensial BPJS, persiapan Poli Care, persiapan PPDS Obstetri dan Ginekologi, serta akreditasi rumah sakit,” ujar Dr. Hendra.
Menurutnya, berbagai agenda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dari seluruh unsur di lingkungan RS Maranatha. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengawas, para kepala bagian dan kepala bidang, serta seluruh civitas hospitalia yang telah bekerja keras selama masa transisi kepemimpinan.
“Semua ini Tuhan izinkan dapat kami kerjakan dengan baik karena kasih dan penyertaan Tuhan Yesus, dukungan penuh dan luar biasa dari Dewan Pengawas RS Maranatha, kerja sama para kepala bagian dan kepala bidang, serta kerja keras seluruh civitas hospitalia RS Maranatha,” tuturnya.
Dr. Hendra mengakui, salah satu tantangan paling signifikan selama masa penugasannya adalah memastikan proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung dengan baik dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kurun waktu tiga bulan, jajaran manajemen harus menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat dan agenda pengembangan rumah sakit tetap berjalan secara berkesinambungan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, koordinasi dan kolaborasi antarseluruh unsur rumah sakit menjadi hal yang penting. Dukungan dari Dewan Pengawas, jajaran manajemen, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta seluruh pegawai dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan mutu pelayanan RS Maranatha.
Seiring berakhirnya masa kepemimpinan sementara, RS Maranatha kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan direktur utama definitif, dr. Levina Avissa, MMRS., CPCCP. Dr. Hendra menyampaikan keyakinannya bahwa RS Maranatha akan terus bertumbuh dan berkembang di bawah kepemimpinan tersebut.
“Hari ini RS Maranatha memiliki direktur definitif, yaitu dr. Levina Avissa, MMRS., CPCCP. Saya percaya RS Maranatha akan terus berkembang di bawah kepemimpinan beliau,” kata Dr. Hendra

Ia juga mengajak seluruh civitas hospitalia RS Maranatha untuk memberikan dukungan penuh kepada direktur utama yang baru. Kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama sebagai satu tim diharapkan dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
“Mari seluruh civitas hospitalia RS Maranatha memberikan dukungan penuh, bekerja sebagai satu tim, saling menguatkan, dan bersama-sama membawa RS Maranatha menjadi rumah sakit yang semakin bermutu, profesional, serta dipercaya masyarakat, pesannya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dipersiapkan sekaligus memperkuat komitmen RS Maranatha dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Tentang RS Maranatha
RS Maranatha merupakan institusi pelayanan kesehatan yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan bermutu dan profesional kepada Masyarakat, dengan tagline “Melayani Sepenuh Hati”. Melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas, penguatan tata kelola, serta pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, RS Maranatha terus berupaya menjadi rumah sakit yang dipercaya masyarakat.
Nurdiani







