OKU Timur, Sumsel, faktainfokom.com
Suasana haru bercampur semangat mewarnai acara yudisium Yayasan Subulussalam Kabupaten OKU Timur, Rabu 3 Juni 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Sriwangi Ulu, Kecamatan Semendawai Suku III, Sumatera Selatan, dengan dihadiri ratusan santri, wali murid, guru, dan tamu undangan.
Yudisium kali ini melepas peserta didik dari empat jenjang pendidikan di bawah Yayasan Subulussalam: Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan SMK Al Ittihad.
Acara dipimpin langsung oleh Pimpinan Yayasan/Pondok Pesantren Subulussalam, Dr. KH Afiful Ikhwan, M.Pd.I. dan Sejumlah kepala sekolah turut mendampingi prosesi. Madrasah Ibtidaiyah di pimpin bapak Kepala Sekolah Pujiyanto, S.Pd.I , Madrasah Tsanawiyah di pimpin bapak Kepala Sekolah M. Muslim. Madrasah Aliyah dipimpin bapak Kepala Sekolah Nidhom Khilden, M.H
SMK Al Ittihad di pimpin bapak Kepala Sekolah Yasin Bisri, S.Pd.I .
Momen paling berkesan datang saat sambutan Dr. KH Afiful Ikhwan, M.Pd.I. Di hadapan para santri yang akan dilepas, beliau menyampaikan pesan yang sederhana tapi mengena.
“Jangan pernah bosan untuk menuntut ilmu. Contoh saya, sampai hari ini dan detik ini saya juga masih menimba ilmu. Karena masih banyak ilmu yang selama ini belum saya dapat,” ujar beliau.
Pesan itu langsung disambut tepuk tangan wali murid. Bagi pimpinan pesantren, yudisium bukan akhir, melainkan gerbang baru untuk terus belajar, baik di bangku pendidikan formal maupun di tengah masyarakat.

Setelah prosesi yudisium, acara dilanjut dengan penampilan ekstrakurikuler siswa. Panitia menyiapkan panggung untuk menampilkan hasil pembinaan karakter dan bakat selama di pesantren.
Rangkaian penampilannya:
- Atraksi Pramuka baris-berbaris dan keterampilan lapangan
2.Drum Band Subulussalam OKU Timur mengiringi prosesi dan hiburan - Tari tradisional,Tari Merak, Tari Jawa, dan Tari Wonderland yang dibawakan siswa MI hingga MA
- Lagu Nasyi grup nasyid internal yayasan
Penampilan ini menjadi bukti bahwa pondok pesantren Subulussalam tidak hanya fokus akademik, tapi juga mengasah keberanian, kerja sama, dan seni.
Bagi masyarakat Sriwangi Ulu, yudisium tahun ini juga jadi ajang silaturahmi. Wali murid bisa melihat langsung perkembangan anaknya di atas panggung, sementara warga sekitar ikut meramaikan.
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dari awal hingga selesai. Dengan ditutupnya tahun ajaran 2025/2026, Yayasan Subulussalam bersiap membuka pendaftaran peserta didik baru untuk jenjang MI hingga SMK.
Pesan Dr. KH Afiful Ikhwan menutup acara: belajar tidak mengenal batas usia dan ijazah. Selama hayat masih dikandung badan, ilmu harus terus dikejar. (erli ir)







